Laman

Tampilkan postingan dengan label Xiangqi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Xiangqi Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Tim Xiangqi Indonesia Pringkat 8 Asian

JAMBI – Kejuaraan Asian Xiangqi ke 15, kemarin (4/11) telah selesai dipertandingan di Hotel Royal, 2-4 Estrada Da Vitori, Macao (China). Sebanyak 16 negara yang ambil bagian dalam kejuaraan xiangqi ketegori perorangan pria, sedangkan kategori perorangan wanita diikuti 10 negara.

Dimana Persatuan Xiangqi Indonesia mengirimkan dua pemain, yaitu Cai Zhi Qiang (Abuku) asal Penprov Pexi DKI dan Tri Nurdiyanti asal Pengprov Pexi Jambi, kedua pemain diturunkan dalam ketegori pria dan wanita.

Tri Nurdiyanti adalah pemain xiangqi Indonesia yang kali pertama mengikuti ajang bergengsi diluar negeri menduduki pringkat ke delapan dari sepuluh negara. Berikut negara-negara yang ambil bagian dalam “15th Asian Xiangqi Individual Championship, Macau”.

Pringkat Asian Xiangqi kategori wanita:
Chen Li Chun (China) Ranking 2
2. Lee Meng Ju (Taipei) Ranking 5
3. Diana Chang (Australia) Ranking 4
4. Tan Jing Xuan (Singapore) Ranking 6
5. Ngo Lan Huong (Vietname) Ranking 1
6. Tri Nurdiyanti (Indonesia) Ranking 8
7. Japan Yanbe Manami Ranking 9
8. Jyoti Jude (India) Ranking 10
9. Zhan Hui Mei (Brunei) Ranking 7
10. Cheng Ming Chuo (Malaysia) Ranking 3

Pringkat Asian Xiangqi kategori laki-laki:
1. Lu Qin (China) Ranking 6
2. Wang Yue Fei (China) Ranking 5
3. Liang Da Min (Hong Kong) Ranking 9
4. Bui Duonh Tran (Vietnam) Ranking 3
5. Ma Chung Wei (Taipei) Ranking 2
6. Nguyen Hoang Lam (Vietnam) Ranking 1
7. Li Jin Huan (Macao) Ranking 7
8. WeiTiTaEr (India) Ranking 20,
9. Tian Ming Ye (Brunei) Ranking 19
10. Zou Jing Hua (Macao) Ranking 17
11. Kuang Jin Guang (Australia) Ranking 15
12. Teng Siong Liang (East Malaysia) Ranking 11
13. Jiang Qing Min (Myanmar) Ranking 12
14 .Wong Wan Heng (West Malaysia) Ranking 13
15.Law Kok Leong (Singapore) Ranking 10
16.Chong Heung Ming (Philippine) Ranking 4
17. Qiu Liang (Kamboja) Ranking 14
18. Chen Tu Jiong (Macao) Ranking 16
19. Cai Zhi Qiang/ Abuku (Indonesia) Ranking 8
20. Shoshi Kazuharu (Japan) Ranking 18

Babak kesatu, Cai Zhi Qiang/ Abuku (Indonesia) menang lawan Shoshi Kazuharu (Japan), babak kedua, menang lawan Tian Ming Ye (Brunei), babak ketiga, menang lawan Wang Yue Fei GM¡¡ (China), babak keempat, kalah dengan Bui Duonh Tran (Vietnam), babak lima, kalah dengan Nguyen Hoang Lam (Vietnam), babak keenam, Lu Qin GM¡¡ (China), babak ketujuh, menang lawan Chen Tu Jiong (Macao).

Sedangkan dipartai wanita babak pertama Tri Nurdiyanti menang melawan Yambe Manami (Japan), babak kedua kalah melawan Chen Li Chun GM¡¡ (China), babak ketiga, kalah dengan Lee Meng Ju (Taiwan), babak keempat menang Jyoti Jude (India), babak kelima kalah dengan Cheng Ming Chuo (East Malaysia), babak keenam kalah dengan Tan Jing Xuan (Singapure), babak ketujuh menang kembali melawan Jyoti Jude (India).

Boleh dibilang posisi permainan tim Xiangqi Indonesia tahun ini lumayan, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mana pemain Cai Zhi Qiang (Abuku) dapat mengalahkan Chen Li Chun, Grandmaster (GM¡¡) dari China, demikian juga dengan pemain wanita Tri Nurdiyanti menduduki pringkat 8. (Rm)

Jumat, 22 Maret 2013

Xiangqi Indonesia Diambang Kehancuran

JAMBI, ayojambi.com - Kita tahu bahwa permainan asah otak yang bernama Xiangqi (Catur Gajah) sudah ada di Tanah Air Indonesia telah sejak puluhan tahun silam, pada tahun 2001 terbentuklah Perkumpulan Xiangqi Indonesia yang diberi nama PEXI, saat itu di komando oleh Brigjen (pur) Tedy Yusuf dan Bunyanto Eka Cendana selaku ketua harian PB Pexi, dalam kurun waktu singkat, Pexi telah benyebar dibeberapa daerah bahkan setiap tahun dilakukan pertandingan-pertandingan antar provinsi sebagai bentuk pemersatukan bangsa tanpa membedakan suku, agama dan ras.
Sejak tahun 2004, atas inisiatif Anton Gozali. S. Kom yang kala itu sebagai anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung dan juga sebagai seorang pengusaha yang banyak memberikan kontributor terhadap perkembangan Xiangqi (Catur Gajah) di tanah air Indonesia, dengan harapan agara Xiangqi bisa menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tampaknya untuk menuju kesana masih sangat jauh dari harapan Pengprov Pexi seluruh Indonesia, pasalnya, sejak ketua umum terpilih dari Munas Pexi, yang dilakukan 9 Maret 2009 di Hotel Batavia Jakarta tidak memberikan kemajuan yang sangat diharapan pencinta Xiangqi Indonesia, bahkan dianggap PB Pexi masa bakti 2009-2013 gagal total dalam pembinaan Xiangqi di Indonesia.

Sebenarnya kepengurusan PB Pexi 2009-2013 ini tidaklah sah, karena tidak adanya serah terima jabatan dari pengurus lama Bunyanto Eka Cendana dan kepengurus PB Pexi juga tidak melibatkan Pengprov, serta tidak pernah dilantik oleh pejabat yang berwenang melalui tim formatur.

Didalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggran Rumah Tangga (ART) PEXI setiap bulan Agustus atau September selalu diadakan pentandingan-pertandingan antar daerah untuk memperebutkan Tropi Kemerdekaan, namun sejak kepengurusan PB Pexi 2009-2013 hanya tiga kali lakukan pertandingan antar daerah yang terakhir kali dilakukan di Sumut.

Menurut para pengurus Pengprov Pexi yang dihubungi reporter ayojambi.com via telepon selular diantaranya dari Bangka Belitung, Sumsel (Palembang), Jabar (Bandung), Jateng (Semarang), Jatim (Surabaya), Riau (Pakan Baru), Bali, Jambi, Banten (dari 11 pengprov) menyatakan PB Pexi gagal dalam pembinaan Xiangqi di Indonesia, mereka terkesan Xiangqi Indonesia (Catur Gajah) akan dibawa kemana, semestinya PB Pexi sudah melakukan Munas bulam Maret ini.

Kata Sekretaris Pengprov Pexi Jateng, Tina Suryani, Pengurus PB sejak Ketum terpilih 2009 belum pernah undang perwakilan Pengprov masing-masing untuk menghadiri pelantikan, sehingga kami tidak pernah mengetahui siapa saja yang duduk di pengurus PB PEXI. Saya pernah sampaikan waktu rakernas, kapan adakan pelantikan, mengapa tidak mengundang Pengprov ? Kemudian SK nya di kirim ke daerah2 sebagai laporan kegiatan PB hasil tiap rakernas, tetapi sejak almarhum Lala meninggal dunia, administrasi juga tidak ada dan laporan sekretariat PB PEXI juga tidak pernah ada lagi.

Tina Suryani menambahkan, “Kita harapkan agar mantan sesepuh Pexi seperti Bunyanto Eka Cendana, Anton Gozali mau kembali membina Xiangqi Indonesia” imbuhnya Tina.

Sedangkan dari sekretaris Pengprov Pexi Babel Iwan Setiawan dan sekretaris Pengprov Pexi Jabar Akhiun, mengatakan sudah waktunya lakukan Munas Pexi, jika pengurus PB Pexi 2009-2013 tidak mau lakukan Munas kita lakukan sendiri sekaligus adakan Kejurnas Xiangqi yang sempat terbengkalai dan tambah Iwan, Xiangqi Indonesia bukan milik pribadi atau golongan, melainkan Xiangqi Indonesia milik akses daerah-daerah.

“Masih ada harapankah Xiangqi Indonesia kembali seperti semula.?”  (Romy) 

Jumat, 19 Oktober 2012

Pencatur Wanita Jambi, Memperkuat Tim Xiangqi Indonesia Ke Pilipina

JAMBI – Satu-satunya pemain Xiangqi/catur gajah wanita dari Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Provinsi Jambi, memperkuat tim Indonesia belaga di Kejuaraan Asia ke-17 di Pilipina (manila), Cynthia Novera Sari (16) salah satu dari lima utusan PB PEXI yang akan diturunkan di kategori wanita, Cynthia (panggilan sehari) adalah pemain nasional Xiangqi (catur gajah) peringkat keempat Kejurnas di Sumut (medan) tahun 2011.
Kali ini Cynthia berangkat dari Jambi di dampingi Darman Wijaya selaku Ketua Pengprov PEXI Jambi dengan pesawat Garuda, selanjutnya Cynthia bergabung dengan tim Indonesia di bandara internasional Soekarno Hatta.

Menjelang keberangkatan, Cynthia menjalani pelatihan khusus dari pemain senior, selain itu Cynthia juga mendapatkan dukungan moral dari pihak Sekolahnya SMK Unggul Sakti.

Menurut ketua harian Pexi Jambi, Mulyadi, yang penting Cynthia dapat menjaga nama baik Indonesia dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari pengalaman, “Ini adalah kali pertama Cynthia mengikuti event tingkat Asia,” tambah Mulyadi tahun lalu Pexi Jambi juga mengikutkan Tri Nurdiyanti ke tingkat Asian di Macao.”

Namun sangat disayangi oleh sekretaris Pexi Jambi, bahwa PB-Pexi kurang memperhatikan kegiatan-kegiatan di tanah air, pasalnya dari tahun 2009-2013 Kejuaraan Xiangqi Tingkat Nasional hanya dilakukan dua kali, berdasarkan AD/ ATR Kejurnas  harus dilakukan setiap tahun bulan Agustus, tujuan adalah untuk mencari bibit-bibit baru.

“Kita sangat menyayangi selama kepengurus PB Pexi tahun 2009-2013 hanya dilaksanakan Kejurnas dua kali, yaitu di Jakarta tahun 2010 dan di Sumut (medan) 2011.”

Xiangqi (Catur Gajah) kini telah berkembang pesat disekolah-sekolahan sebagai salah satu mata pelajaran extra kurikuler, tidak saja dari dikalangan anak-anak Tionghoa melainkan juga digemari warga non Tionghoa.

Banyak yang beranggapan bahwa olahraga catur adalah olahraga bagi orang yang malas tapi memeras otak. Kenapa demikian? Karena orang yang bermain catur hanya duduk berjam-jam memandangi bidaknya. Dan jika kita membicarakan catur, sebenarnya olahraga ini ada beberapa macam. Mungkin selama ini kita hanya mengenal catur seperti itu. Tapi sesungguhnya ada lagi yang lain seperti misalnya Catur Gajah atau bahasa Mandarinnya Xiangqi.

Berbicara mengenai Xiangqi, ternyata catur ini mempunyai kemiripan dengan olahraga catur biasa. Ada buah bidaknya, papannya dan peralatan yang digunakan pun sama. Mungkin yang membedakan hanya bidak, warna anak dan papan catur. Kalau catur biasa warna anak catur (Qizi) hanya putih dan hitam, sementara Xiangqi terdiri dari biru dan merah. Sementara papan catur biasa terdiri dari kotak-kotak yang berwarna putih hitam, Xiangqi putih polos. Di Xiangqi, papan caturnya dibagi dua bagian dimana dibatasi oleh sungai yang diberi nama Zhu He Han Cie.

Kalau di catur biasa kita mengenal pembukaan Cicilia atau yang lainnya, sementara Xiangqi tidak ada. Dalam menjalankan buah bidaknya, di Xiangqi tidak boleh sembarangan karena sudah ada aturannya. Yang terpenting adalah adanya meriam yang bisa membom buah bidak lawan asalkan di depannya ada bidak yang menghalangi. Demikian sedikit gambaran Xiangqi. (Romy)

Kamis, 01 Desember 2011

Kejuaraan Xiangqi Dunia Sukses Diselenggarakan

*Dibalik kesuksesan masih terdapat kekurangan yang perlu dibenahi.

JAKARTA – Bagi sejumlah master Xiangqi Internasional ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Xiangqi Dunia Ke-XII yang digelar dari tanggal 20-26 Nopember 2011 di Hotel Borobudur, Jakarta. Pulang ke negaranya dengan wajah cerah, pasalnya mereka telah meraih prestasi tingkat dunia dan mendapatkan hadiah dalam bentuk uang dollar.
Jumat malam (25/11), para pecinta xiangqi dunia yang datang ke Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan Xiangqi Dunia yang diselenggarakan oleh Persatuan Xiangqi Indonesia, event tersebut dilaksanakan dua tahun sekali.

Mereka terlihat santai, tidak seperti waktu sedang bertanding xiangqi di hotel Borobudur Jakarta. Sesekali mendapatkan ucapan selamat dari para peserta lainnya.

Namun dibalik kegembiraan peserta yang berprestasi, tersimpan sebuah PR yang mesti menjadikan catatan bagi Pexi Pusat.

Dari hasil pantauan dilapangan memang masih terdapat banyak kekurangan-kekurangan, terutama kurangnya dukungan Pexi Pusat terhadap pemain Indonesia, daintaranya beberapa pemain menempati satu kamar, tidak adanya official tim, tidak ada kostum khas Indonesia disaat pembukaan, dan yang lebih menyedihkan pemain Indonesia tidak mendapatkan uang saku.

Ujar Juara Dunia Xiangqi kategori non Chinese tahun 2009, Iwan Setiawan, “Bagaimana kita mau main bagus, tidak ada official yang khusus memberikan arahan kepada pemain, mana tidurnya sekamar bertiga dan lebih sedih lagi tidak dapat uang saku dari pengurus,” selanjutnya kata Iwan, “Jika Pexi mau maju, mesti belajar dan mau bergabung dengan induk olahraga Koni.” Imbuh Iwan.

Selain itu, event bertaraf internasional tidak dihadiri para petinggi negara, seperti pengurus dari Koni pusat maupun Gubernur DKI, pada hal Kejuaraan Xiangqi Dunia diselenggarakan di Indonesia/ Jakarta.

Negara yang ambil bagian dalam Kejuaraan Xiangqi Dunia diantaranya dari, Australia, Brunei, Canada, China, Finlandia, Prancis, Inggris, Jerman, China Hong Kong, Italia, Jepang, China Macau, Malaysia Barat, Malaysia Timur, Myanmar, Belanda, Philipina, Rusia, Singapore, Chinese Taipei, USA (East), USA (West), Vietnam dan tuan rumah Indonesia. (Romy)

Meng Ju Belajar Xiangqi Dari Sang Ayah

JAMBI – Belajar sesuatu yang bermanfaat lebih baik sejak usia dini, karena usia dini memliki daya seraf melebihi orang dewasa. Seperti Lie Meng Ju sejak usia 9 tahun telah belajar main Xiangqi (catur gajah) dari sang ayah.
Lie Meng Ju (14) merupakan salah satu dari sepuluh pemain dunia yang ikut berlaga di dalam Kejuaraan Xiangqi Dunia, Ke-XII yang diselenggarakan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Pusat dari tanggal 20-26 Nopember 2011 di Jakarta.

Bahkan Meng Ju meraih prestasi peringkat ke enam dunia, ini merupakan prestasi yang lumayan bagi seusia Meng Ju.

Kata Meng Ju, tentang belajar Xiangqi, ”Saya belajar Xiangqi dari ayah, pulang dari sekolah Meng Ju makan siang, seusai makan latihan Xiangqi dengan ayah,” kata Meng Ju disamping ibunya yang ikut datang ke Jakarta.

Ditanya tentang ujian sekolah, menurut Meng Ju, dia mendapatkan segala fasilitas dari pemerintah Taiwan, karena Meng Ju mewakili Taiwan mengikuti Kejuaraan Xiangqi Dunia, “Saya bertanding Jakarta atas nama negara Taiwan, maka saya tidak usah ikut ujian, langsung lulus dari Cong Sie (baca SMP ke SMA).

Tambah Meng Ju dihadapan Taiwan TV, “Saya bangga bisa bermain Xiangqi juga berkat dukungan dari Ibu dan mudah-mudahan kedepan saya bisa bermain lebih baik.” Kata Meng Ju dengan berapi-api.

Kata Liu Da Hua, MXI asal China, bagi seseorang pemain Xiangqi, mereka memiliki daya ingat yang kuat, Ujar Liu Da Hua secara singkat. (Romy).